DAUN PISANG
Langkah-langkah kecil menyusuri jalan setapak tanpa alas kaki.....
Mereka bagaikan pasukan yang berjalan dengan rapi tanpa ada yang memerintahnya.Hujanpun turun namun mereka tidak berbalik arah untuk mencari tempat berteduh.......
Daun pisang yang disiapkan dari rumah sebagai alas kepala agar tidak membasahi kepala mereka, langkah mereka semakin cepat agar sampai ditempat tujuan...
Dalam perjalanan banyak yang melihat barisan ini yang melindungi kepala mereka dengan daun pisang namun tidak ada yang mempedulikan mereka....
Mobil-mobil yang melewati mereka dan percikan air mengenai pakaiannya, namun tidak ada satupun yang tergerak hatinya untuk membawa mereka ketempat tujuannya....
Mereka merasa terhormat duduk dengan santai diatas mobil tanpa ada yang mereka hiraukan.
Senyum lebar terlihat dari setiap orang yang ada di dalam mobil itu, mereka bangga karena hujan tidak membasahi tubuh mereka.....
Daun-daun pisang yang menutupi kepala mereka sebagai tontonan yang menarik serta aneh bagi yang berada diatas mobil dan mereka hanya mengeleng- gelengkan kepala dengan aneh tanpa ada rasa berbelas kasih untuk menolong....
Berbelas kasih tidak dimiliki oleh mereka karena mereka tidak tahu memberi namun hanya mau menerima.....
Ketika hanya mau menerima tapi tidak memberi maka tidak ada keseimbangan dalam hidup sehingga kegelisahan selalu menghantui diri walau semua telah dimiliki namun tetap saja akan ada kegelisahan.......
Kegelisahan datang bukan karena adanya keseimbangan, namun karena tidak ada keseimbangan dalam menjalani kehidupan ini.
Begitu banyak orang yang mencari ketenangan dan datang pada ahli-ahli kejiwaan agar mereka dapat memperoleh ketenangan namun selalu saja tidak didapatinya.....
Kesimbangan tidak ada dalam diri mereka maka terombang ambinglah jiwa mereka...
#Salam EY #
No comments:
Post a Comment