Salam damai...
AKULAH KEHIDUPAN
Ketika kita hendak menuju suatu tempat maka, kita akan melihat jalan yang akan ditempuh apakah jalan yang akan dilalui sangat baik atau rusak.
Kalau jalan yang akan ditempuh banyak yang rusak maka kita akan mencari jalan yang baik sehingga perjalanan kita ke tempat tujuan dapat tiba dengan selamat tanpa ada halangan ditengan perjalanan.
Dalam hal untuk memilih jalan sering kita bertanya apakah jalan, dari titik A ke titik B adalah jalan yang baik?
Ketika kita dihadapkan pada sisuasi yang berbeda dan tidak bagus, sehingga rencana yang akan dilakukan menemukan hal-hal tidak baik maka semua rencana akan ditunda karena apa yg telah direncanakan menemukan masalah.
Situasi seperti ini selalu muncul dalam diri setiap orang, yang selalu memilih yang terbaik dan benar agar semuanya dapat dengan mudah diraih atau didapatkan.
Kebenaran tidak berdiri sendiri.
Kebaikan selalu berada disisi yang jahat
Kebenaran dan kebaikan selalu mempunyai resiko yang sangat berbahaya.
Jalan menuju kebenaran memerlukan banyak pencobaan, karena kebenaran tidak diberikan dengan cuma-cuma namun harus melalui :
- Penderitaan
- Kesakitan
- Air mata
- Lapar
- Haus
Ketahanan jasmani dan rohani ditempa saat kita masih berjalan dalam dunia ini, orang yang pandai memilih dengan penuh percaya serta selalu bersandar padaNya tidak akan dibinasa oleh ketakutan, namun selalu bersyukur dan percaya karena percaya selalu berada dalam hati setiap orang.
Orang percaya selalu melihat dengan jelas dan baik apa yang akan dilakukannya sehingga tumpuan perjalannya untuk sampai pada tujuan tidak mengandalkan diri sendiri karena Dia selalu ada dan menyertai orang-orang percaya.
"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman." (Yohanes 6:44)
#salam eriadiyus**
No comments:
Post a Comment